Google+ Badge

Selasa, 29 Mei 2012

Misteri Gunung Salak

Kecelakaan di Gunung Salak
Pemandangan alam dan Gunung Salak (Sumber: Wikipdeia)

Misteri dan Rentetan Kecelakaan di Balik Gunung Salak
| Gunung Salak yang berdiri dengan anggun di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat banyak mengundang decak kekaguman karena keindahannya. Namun dibalik kecantikan gunung setinggi 2.221 meter ini ternyata telah terjadi sederet kecelakaan pesawat terbang dan memakan banyak korban.

Letak Geografis Gunung Salak
Gunung Salak merupakan gunung berapi yang mempunyai dua puncak, yakni Puncak Salak I dan II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43' LS dan 106°44' BT. Tinggi puncak Salak I, 2.211 meter dan Salak II, 2.180 meter dpl. Ada satu puncak lagi bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 meter dpl.

Letusan Gunung Salak
Diduga pernah terjadi letusan besar Gunung Salak (2211 m) pada tahun 1699. Akibat letusan ini telah merubah perwajahan gunung tersebut. Letusan menyebabkan adanya belahan tengah, seperti yang terlihat dari jauh ada lembah besar yang menganga ke arah utara. Pada saat letusan besar ini batu batuan, pohon pohonan, lumpur lahar mengalir deras melalui Cisadane, dan sebagian sebaran batu batuan yang terlempar membuat daerah lereng dan kaki gunung bagian utara banyak terisi batu batuan seperti yang banyak dijumpai saat ini.

Letusan Gunung Salak berikutnya terjadi pada tahun 1761 dan 1780, namun kedua letusan ini tidak terlalu besar seperti letusan yang terjadi pada tahun 1699 sebelumnya itu.

Pada tahun 1834 terjadi gempa bumi (kemungkinan gempa volcanic juga) namun tidak tercatat adanya letusan gunung lagi. Gempa ini cukup kuat karena dapat merobohkan sebagian bangunan Governor Palace (Istana Bogor sekarang). Kemudian Governor Palace ini dibangun lagi dengan model yang bertahan dan terlihat sampai saat ini.

Mithos tentang Gunung Salak
Budayawan dan Sejarawan Bogor, Eman Sulaeman membeberkan, orang zaman dahulu lebih mengenal Gunung Salak dengan sebutan Gunung Buled (bulat, red) karena bentuk puncaknya menyerupai lingkaran. Konon, penamaan Salak berasal dari penemuan buah salak besar. “Itu kan hanya mitos, jadi belum bisa dibuktikan kebenarannya hingga kini,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, di kaki Gunung Salak pernah berdiri kerajaan Hindu pertama di Jawa Barat dengan nama Salakanagara pada abad ke-4 dan 5 Masehi.

Kawah Ratu, Gunung Salak
Kawah Ratu, Gunung Salak (sumber: wisatagunungindonesia.wordpress)

Gunung Salak sebagai tempat suci
Di Gunung Salak terdapat banyak sekali tempat petilasan atau tempat bersemedi para raja dan pengikutnya. Petilasan suci itu tersebar di berbagai titik. Seperti petilasan milik raja Pajajaran, Prabu Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi di kaki Gunung Salak di daerah Bogor dengan total mencapai lebih dari 91 lokasi. “Mungkin bisa ratusan jumlahnya karena pertapa dalam agama Hindu menyucikan Gunung Salak,” ucapnya.

Di sana juga terdapat makam kuno yang berusia ratusan tahun dengan jumlah mencapai lebih dari 40 makam. Makam itu milik pemuka agama Hindu yang wafat dan dikuburkan di Gunung Salak. Sehingga, banyak yang menganggap jika ingin memasuki wilayah Gunung Salak, harus menjaga perilaku dan sopan santun.

Beberapa kecelakaan pesawat yang pernah terjadi di sekitar Gunung Salak antara lain:

29 Oktober 2003
Helikopter Sikorsky S-58 jenis Twinpac dengan nomor H-3408 milik TNI Angkatan Udara jatuh di areal kebun kacang dan tanaman singkong di dalam pangkalan udara militer Atang Sanjaya, Bogor. Pangkalan udara ini terletak di kaki Gunung Salak. Tujuh anggota TNI AU, yakni dua penerbang dan lima kru mekanik tewas seketika setelah helikopter buatan Amerika pada 1970 itu terhempas.

20 Juni 2004
Pesawat Cessna 185 Skywagon jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor. Atlet terjun payung bernama Edy Cristiono tewas dalam peristiwa itu.

26 Juni 2008
Pesawat Cassa TNI AU A212-200 jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. 18 Penumpang tewas akibat kecelakaan itu.

30 April 2009
Pesawat latih jenis Sundowner jatuh di daerah Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Saat itu instruktur penerbang Nicholas Burung meninggal tak lama setelah kejadian, dalam perjalanan ke rumah sakit.

12 Juni 2009
Kecelakaan pesawat TNI kembali terjadi. Heli Puma milik TNI AU jatuh di kawasan Lanud Atang Sendjaja, Bogor. Dalam kecelakaan tersebut, 2 tentara mekanik tewas, sedangkan pilot Mayor (pnb) Sobic Fanani dan kopilot Lettu Wisnu, serta tiga anggota TNI lainnya mengalami luka.

9 Mei 2012
Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan joy flight hilang kontak di kawasan Gunung Salak, Bogor, 9 Mei 2012. Sehari setelahnya dipastikan pesawat Sukhoi buatan Rusia itu jatuh di lereng Gunung Salak. Badan pesawat pecah berkeping-keping. Dalam pesawat tersebut, terdapat 45 penumpang, 8 di antaranya merupakan kru asal Rusia.

Tak hanya pesawat, manusia yang sedang mendaki pun 'hilang kontak' di kawasan Gunung Salak. Pada April 1987 lalu, tujuh siswa STM Pembangunan, Jakarta Timur, ditemukan tewas di kawasan gunung itu. Mereka terperosok ke jurang di Curug Orok yang memiliki kedalaman sekitar 400 meter di punggung gunung.

Gunung Salak sebagai tempat wisata alam
Dari Wikipedia, Gunung Salak lebih populer sebagai ajang tempat pendidikan bagi klub-klub pecinta alam, terutama sekali daerah punggungan Salak II. Ini dikarenakan medan hutannya yang rapat dan juga jarang pendaki yang mengunjungi gunung ini.

Gunung ini memiliki jalur yang cukup sulit bagi para pendaki pemula. Hal ini dikarenakan di jalur yang dilewati jarang ditemukan cadangan air. Meski tergolong sebagai gunung yang rendah, tetapi Gunung Salak memiliki keunikan tersendiri baik karakteristik hutannya maupun medannya.

Dari berbagai sumber.
Terima kasih Anda telah membaca:

1 komentar: